Gunung Welirang, Medan Berbatu yang Bikin Rindu

Gunung Welirang, Medan Berbatu yang Bikin Rindu

Welirang, gunung yang tak pernah sepi dari pengunjung. Gunung dengan aktivitas penambangan belerang secara tradisonal. Selain itu lokasinya strategis dengan jarak tempuh pendakian yang relatif pendek menjadikan Welirang sangat cocok dijadikan perjalanan untuk menikmati akhir pekan. Gunung berapi dengan ketinggian 3.156 m dpl ini secara administratif masuk kawasan Taman Hutan Raya Raden Soeryo.

Jalur yang sangat terkenal ketika ingin mendaki Welirang adalah via Tretes, jalur ini juga merupakan jalur pendakian gunung Arjuna, Gunung Kembar 1 dan Kembar 2 yang terletak bersebelahan dengan gunug Welirang. Akses menuju Tretes pun sangat mudah dan terdapat angkutan umum yang dapat mengantarkan sampai pos perijinan. Jika kita dari Surabaya, kita dapat naik bus jurusan Surabaya Malang dan turun di terminal Pandaan, terkadang ada juga elf tujuan Pandaan yang dapat kita tumpangi. Dari terminal Pandaan kita dapat menaiki elf ke arah Tretes dan turun di Hotel Tanjung yang tak jauh dari pos perijinan. Kerap kali elf akan mengantar sampai ke pos perijinan ketika kita rombongan.

Setelah mengurus perijinan, kita dapat melakukan pendakian menuju pos satu yang lebih dikenal dengan nama Pet bocor. Nama tempat ini diambil karena ada pipa air bocor. Disana terdapat sebuah warung sederhana dan toilet sederhana yang dapat digunakan untuk beristirahat lama ataupun bermalam. Pet bocor biasanya digunakan untuk camping ceria. Perjalan dari pos perijinan menuju Pet bocor lumayan adem, hutan pinus dengan jalan cor akan menamani dengan jarak tempuh sekitar 30 menit dengan hawa dingin khas pegunungan yang sudah mulai terasa.

Dari Pet bocor menuju pos dua atau lebih dikenal dengan Kopkopan dengan estimasi waktu sekitar 3 jam perjalanan. Jalanya mulai menanjak dengan jalan bebatuan lebar yang merupakan jalur dari mobil pengangkut belerang. Udara segar khas pegunungan semakin terasa. Keindahan Tretes terpampang dari ketinggian. Di Kopkopan terdapat sumber air yang dapat digunakan untuk mengisi perbekalan. Di kopkopan juga terdapat warung sederhana yang buka ketika musim pendakian. Disana menjual minuman hangat dan gorengan. Menikmati tempe gembos hangat dengan sambel petis dan cabe rawit akan terasa nikmat. Ditambah keindahan panorama dan kabut tipis yang membelai adalah moment yang tak akan terlupakan. Di Kopkopan kerap kali digunkan untuk bermalam, adanya tanah lapang yang datar sangat cocok digunkan untuk mendirikan bayak tenda.

Dari Kopkopan menuju pos 3 atau Pondokan akan semakin berat. Banyak tanjakan dengan jalan berbatu akan menemani kita. Butuh sekitar 4 jam perjalanan yang akan menguras tenaga dan menguras emosi. Akan ada tanjakan panjang dan sangat miring, banyak orang akan ”misuh” atau mengumpat ketika melewati tanjakan berbatu termiring yang ada selama perjalanan menuju Welirang. Hutan lebat masih menjadi pengiring perjalanan menuju Pondokan.

Pos 3 atau lebih dikenal dengan pondokan merupakan pondok peristirahatan bagi para penambang belerang. Terdapat beberapa bangunan beratap ilalang dengan tungku di dalamnya. Pondokan adalah rumah kedua bagi para penambang, yang melindunginya dari hantaman badai dan tempat ternyaman untuk istirahan serta menyimpan belarang hasil tambanganya. Pondokan biasanya juga digunakan tempat untuk bermalam bagi para pendaki, ada tanah datar diantara pohon pinus yang dapat digunkan untuk mendirikan beberapa tenda. Di pondokan juga terdapat sumber mata air.

Dari Pondokan menuju puncak Welirang masih butuh sekitar 3,5 jam perjalanan. Jalurnya masih berbatu hanya saja tak selebar jalan sebelumnya. Mobil pengangkut belerang tak bisa melewatinya. Sekitar 90 menit perjalanan kita akan sampai pada sebuah lapangan dengan hamparan pohon edelwais, indah sekali. Dari lapangan jalur menuju puncak akan semakin terjal dan mendaki, medan berbatu dengan jurang menganga di sampingya. Pada jalur ini kita akan lebih sering bertemu dengan para penambang yang sangat perkasa dengan puluhan kilo belerang di gerobaknya bahkan beberapa ada yang masih memikulnya. Bertemu dengan para penambang adalaha suntikan semangat tersendiri, serta sebagai sarana penambah syukur atas nikmat yang diberikan sang Pencipta. Sekitar 2 jam perjalanan kita akan tiba di Puncak welirang. Puncaknya tak begitu luas dengan aroma belerang yang khas, serta panorama puncak Arjuna yang seolah memangil dan menawarkan pesona keindahannya.

Leave a Reply

Close Menu
×
×

Cart